Beberapa fakta mengenai Cryptomonadales chlorella sorokiniana
May 25, 2008 by Cindy
Filed under Berita terakhir
|
|
Melalui prose fotosintesis, chlorella merubah karbondioksida (CO2) menjadi oksigen (O2). Dalam tubuh manusia, proses oksidasi ini membersihkan jaringan sel dan peredaran darah. |
|
|
Sebagian besar sel cryptomonadales chlorella sorokiniana cell dapat dicerna; 95 % proses pencernaa dilakukan oleh tubuh kurang dari 2 jam. Bandingkan dengan produk lain yang memakan waktu hingga 5 jam |
|
|
Cryptomonadales chlorella mengandung protein dalam jumlah besar yang diseimbangkan dengan komposisi asam amino. |
|
|
Cryptomonadales chlorella memiliki vitamin dan mineral yang terkandung bersama dengan active phytonutrients dalam jumlah besarPPAR dan CGF , sumber nutrisi yang kaya kaan DNA & RNA yang dapt membantu peremajaan struktur tubuh sel. |
|
|
Cryptomonadales chlorella mengandung chlorophyll (green) and phycocyanin (blue) dalam jumlah banyak. Chlorophyll dikenal untuk penyaring darah. Phycocyanin adalah zat anti oksidan yang sangat kuat dan dapt digunakan untuk melindungi liver(hati) dan ginjal |
|
Cryptomonadales chlorella memiliki kemampuan untuk merubah sel yang banyak mengandung asam menjadi kondisi netral. Kondisi sel yang asam membuat seseorang dapat mudah terserang penyakit |
|
|
|
Cryptomonadales chlorella adalah pemacu tingkat immune (kekebalan tubuh) yang sangat kuat
|
CRYPTOMONADALES MAMPU SEMBUHKAN JERAWAT
May 6, 2008 by Cindy
Filed under Berita terakhir

Cryptomonadales ampuh hilangkan jerawat di wajah
CRYPTOMONADALES INDONESIA SEDANG RAMAI DI PASARAN DUNIA KESEHATAN ALAMI
April 14, 2008 by Cindy
Filed under Berita terakhir
Selain Mei Liou dan Tandjung Suryani, Trubus menemukan banyak pasien lain di Taiwan dan Indonesia yang sembuh berkat cryptomonadales. Sekadar menyebut beberapa pasien yang sembuh secara empiris adalah Ang Jia Cheng yang mengidap asam urat, Sri Indrawati (diabetes mellitus), Mariam Fatima (hipertensi), Chiang Chen Long (kanker hati), Chih Loung (kolesterol), Tan Swie Ha(myoma), dan Chang Lie Zie (parkinson). Sembuhnya kanker dan kolesterol malah terbukti secara klinis. Kehadirannya benar-benar menghebohkan dunia kedokteran Taiwan.
Harap mafhum, tumbuhan supermini berukuran 7 mikron-seukuran debu-itu justru berkhasiat besar: membantu mengobati beragam penyakit maut. Itulah hasil riset Prof Wang Shun Te selama 30 tahun. Mantan guru besar Pingtung Technologi University di Taiwan itu menggolongkan cryptomonadales ke dalam genus Chlorella dengan nama ilmiah Chlorella sorokiniana. Menurut Dra Nining Betawati Prihantini MSi, peneliti alga dari Universitas Indonesia, chlorella tidak termasuk dalam ordo Cryptomonadales, tetapi Chlorococcules.
‘Cryptomonadales Chlorella sorokiniana dikatakan memiliki pigmen biru atau fikosianin. Chlorella seharusnya tidak memiliki fikosianin. Yang memiliki pigmen biru adalah divisi Cyanophyta, Rodophyta, dan Cryptophyta,’ ujar master Fikologi (Ilmu Alga) alumnus University of Tsukuba Jepang. Pendapat serupa disampaikan oleh Dian Hendrayanti MSi, dosen Biologi Universitas Indonesia, dan Prof I Nyoman Kabinawa, ahli alga Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI.
Oleh karena itu Nining Betawati cenderung menggolongkan cryptomonadales ke dalam Cryptophyta lantaran dinding sel tipis dan berbentuk elips. Dari sisi ukuran yang mini, cryptomonadales mirip spirulina dan chlorella yang lebih dulu sohor di tanahair sebagai pangan kesehatan. Yang disebut pertama sudah sejak 400 tahun silam digunakan sebagai pangan tradisional.
Menurut Nining Betawati, secara fisik terdapat perbedaan antara cryptomonadales, spirulina, dan chlorella. ‘Spirulina itu tergolong Cyanobacteria atau Cyanophyta dan dinding selnya tidak sejati atau eukariota. Sedangkan chlorella dan cryptomonadales berdinding sejati atau prokariota. Dinding cryptomonadales paling tipis dibanding yang lain,’ ujar perempuan kelahiran Yogyakarta 4 Agustus 1963 itu. Hasil riset Brec L Clay dari Departemen Biologi, Colorado State University, cryptomonadales memiliki pigmen lebih banyak dibanding alga lain. Jika chlorella hanya mempunyai pigmen hijau atau klorofil; spirulina, pigmen biru alias fikosianin; cryptomonadales, mempunyai keduanya.
Diambil dari artikel Trubus
OSTEOPOROSIS ADALAH PENYAKIT MODERN YANG MENYERANG WANITA MUDA ABAD 21

Penyakit tulang yang banyak dikeluhkan saat ini adalah keropos tulang (osteoporis). Penyakit ini terjadi karena kepadatan massa tulang berkurang drastis. Akibatnya, tulang menjadi keropos dan ketika digerakkan atau jika terjatuh tulang bisa patah. Maka, sangat penting memiliki tulang yang kuat dan sehat agar terhindar dari keropos tulang ketika usia sudah tua. Umumnya osteoporosis ini diderita oleh kaum perempuan yang sudah melewati masa menopause.
Faktor penyebab massa tulang berkurang ialah ; Wanita berusia di atas 30 tahun, Riwayat keluarga, Tidak minum susu dan produk susu, Lebih sering mengonsumsi makanan siap saji, Diet protein tinggi, Pemakaian obat-obatan tertentu, Tidak aktif (sangat kurang gerak), Merokok, Minum kopi, alkohol, cola dan minuman berkarbonat, Tirah baring lama dan Berada di ruang hampa.
Untuk menghindari osteoporosis dapat dilakukan hal sebagai berikut :
- Mulailah Mengkonsumsi Susu setiap hari sejak dini
- Makanlah makanan yang gizinya seimbang
- Kurangi sodium
- Kurangi garam
- Hindari daging merah dan makanan yang diasinkan
- Olah Raga secara teratur atau berjalan minimal 10-15 menit setiap hari, Untuk wanita modern lebih baik bila berjalan-jalan di Mall.
- Hindari Meminum Kopi dan minuman ber-alkohol.
- Perbanyak minum air putih

