Tips Perlambat keluarnya Uban atau Rambut Putih
Uban alias rambut putih bagi sebagian orang cukup mengganggu. Banyak orang menggunakan semir rambut demi menutupi uban. Faktor usia tidak selalu terkait dengan uban ini, sebab banyak juga orang berusia belia yang sudah ubanan. Stres dan faktor genetika menjadi faktor penyebab munculnya si rambut putih ini. Thomas More, seorang narapidana, rambutnya memutih hanya dalam tempo semalam saja saat ia menghadapi hukuman mati tahun 1535. Kisah serupa dialami Marie Antoinette dan Barbara Bush, yang kabarnya rambutnya langsung beruban gara-gara kematian bayi perempuannya.
Setiap helai rambut mengandung keratin, sebuah protein yang tidak mampu mentransmit nutrisi. Akar rambut tersimpan dalam folikel rambut, sejenis “pabrik” rambut di kepala kita. Kepala kita terdiri atas 100.000 folikel. Pertumbuhan rambut terjadi karena penambahan keratin baru. Sel-sel folikel bernama melanosit membuat melanin, yakni pigmen yang menghasilkan warna rambut. Makin kita tua, melanosit berhenti memproduksi melanin, sehingga rambut jadi kelabu atau putih. Kapan melanosit ini stop bekerja sangat tergantung pada faktor genetika, nutrisi dan tingkat stres, juga kebiasaan merokok.
Untuk Perlambat Keluarnya uban di usia muda adalah :
- Hindari stress
- Makanlah makanan yang gizinya seimbang
- Konsumsilah obat herbal seperti Cryptomonadales yang mampu menghidupkan kembali sel-sel tubuh kita yang mati
- Olah Raga yang cukup Setiap hari
Bpk.Ridwan Suteja-Sembuh dari Diabet Akut
August 1, 2008 by Cindy
Filed under Berita terakhir
Bpk.Ridwan Suteja Berhasil Sembuh Dari Diabetes Akut 560 dan lepas dari Insulin setelah mengkonsumsi crypto Force dan crypto Max selama 3 bulan.

Olah Raga saat Muda Menjaga Resiko Hipertensi Rendah
July 16, 2008 by Cindy
Filed under INFORMATION
Salah satu studi baru di Amerika menemukan bahwa olah raga pada saat umur remaja sampai dengan 20 tahun dapat membantu menjauhkan tekanan darah tinggi dalam jangka lama.
Penulis utama studi David Jacobs Jr., seorang Epidemiologis dari Universitas Minnesota di Mineapolis mengatakan, “Hal ini menunjukkan bukti yang menentramkan hati dan menegaskan bahwa aktivitas fisik secara nyata berhubungan dengan hipertensi”.
Timnya menganalisis data dari suatu studi yang diambil hampir 4.000 wanita dan pria berumur 18 sampai 30 tahun selama 15 tahun. Secara keseluruhan, 634 partisipan berkembang tekanan darah tingginya selama 15 tahun. Studi tersebut menemukan, mereka yang berolahraga rata-rata lima kali seminggu dan membakar 300 kalori setiap sesi latihan, perkembangan hipertensinya lebih rendah 17% dibandingkan mereka yang kurang aktif latihan. Ditemukan juga bahwa orang yang meningkatkan latihannya selama studi, resiko hipertensi menurun 11% untuk setiap 1.500 kalori yang dibakar melalui latihan mingguannya.
Penemuan ini ditampilkan dalam jurnal American Journal of Public Health bulan April mendatang.
Hasil studi ini menawarkan “Satu alasan lagi untuk mengikuti rekomendasi agar meningkatkan aktivitas fisik, tidak hanya untuk berat badan dan kesehatan jantung, namun juga mencegah insiden tekanan darah tinggi saat kita menjelang dewasa menjadi setangah tua,” kata Michael Zemel, Profesor nutrisi dan kedokteran dari Universitas Tennesse di Knoxville.

