Cryptomonadales Mengandung PPARs
May 1, 2008 by Cindy
Filed under Berita terakhir
CRYPTOMONADALES ® 95% mudah dicerna, merupakan sel tunggal, dinding sel tipis ganggang chlorella . Salah satu dari tanaman air tertua di dunia. International Chlorella Co., Ltd di Taiwan, telah melakukan penelitian dan pengembangan chlorella selama lebih dari 40 tahun. Pada tahun1998, sekelompok biologist yang ternama, dibawah bimbingan Prof. Dr. Wang Shun Te,berhasil dalam mewujudkan impian mereka untuk menemukan jenis baru dari chlorella. Hasil akhir dari penelitian tersebut adalah Cryptomonadales, ganggang bersel tunggal yang sangat bermanfaat.
Cryptomonadales tersusun dari sel tunggal, dan memiliki dinding sel tipis sehingga mudah dicerna. Nutrisi yang terkandung dalam Cryptomonadales terletak pada sebustansi yang berwarna biru dan hijau di dalamnya. Cryptomonadales merupakan salah satu sumber alami zat chlorophyll dan phycocyanin, dan mengandung berbagai macam mikro nutrient dalam jumlah lebih,yang tidak dapat ditemukan dalam jenis chlorella lain. Termasuk didalamnya mengandung 3 jenisPPAR (Peroxisome Proliferator Activated Receptors) alpha, beta and gamma.
Jenis ganggang lain mungkin memiliki nutrisi yang banyak, namun Cryptomonadales® chlorella berbeda dari yang lain karena adanya phycocyanin / chlorophyll dan kandungan PPAR (Peroxisome Proliferator Activated Receptors) dalam jumlah banyak,tingkat kemampuan cerna yang dimiliki sebesar 95%, dan zat unik yang disebut Cryptomonadales Growth Factor CGF. CGF bukanlah substansi tunggal namun terdiri dari campuran asam amino, vitamin, zat gula dan peptide yang terletak dalam init sel dari RNA dan DNA.
SELAIN PPARs CRYPTOMONADALES MENGANDUNG KLOROFIL DAN CHLORELLA
April 17, 2008 by Cindy
Filed under Berita terakhir
Selain PPARs, tumbuhan superliliput itu juga mengandung fikosianin seperti hasil riset dr Ih-Jen Su. Kepada Trubus, dokter Su mengatakan, fikosianin sebagai antivirus dan tokcer mencegah serangan kanker. Mekanisme untuk mengatasi serangan sel kanker secara apoptosis. Dengan sederhana dapat digambarkan, fikosianin memberikan ‘pisau tajam’ kepada sel kanker agar digunakan untuk bunuh diri. Oleh karena itu apoptosis dikenal juga dengan istilah program bunuh diri. Itulah yang dialami Chang Chen Long, pengidap kanker hati stadium IV.
Antivirus dalam alga bekerja secara tidak langsung. Maksudnya, ia tidak merusak atau mematikan virus, tetapi menghambat perkembangbiakannya. Sementara Yu-Sheng Chao PhD, peneliti Bioteknologi dan Farmasi National Health Research Institute mengungkapkan, fikosianin juga berfaedah sebagai antioksidan yang membangun sistem kekebalan tubuh. Caranya dengan meningkatkan aktivitas limfosit.
Menurut Dr Suprapto Ma’at Apt dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, fungsi sistem imun adalah pertahanan. Artinya, menangkal bahan berbahaya agar tubuh tidak sakit. Selain itu sistem imun juga membersihkan sel-sel yang mati. ‘Fikosianin sangat baik untuk imunitas, antikanker, dan penyakit generatif lainnya,’ ujar Kabinawa. Keistimewaan lain, dinding sel tumbuhan itu amat tipis sehingga oleh para peneliti disebut alga telanjang lantaran saking transparannya.
Prof Kabinawa menduga, dinding sel itu tersusun dari bahan asam muramat dan peptidoglikan yang mudah dicerna secara monogastrik, tanpa harus dipecah. Keadaan tipisnya dinding sel itu juga menguntungkan. Karena berdinding sel tipis, ‘Daya serap cryptomonadales sangat tinggi, 95%. Sementara chlorella hanya 50-70%. Jadi jika kita mengkonsumsi chlorella hanya 70% kandungan yang dapat kita serap. Makanya jika kita mengkonsumsi 100 tablet chlorella sama dengan 73 tablet cryptomonadales,’ ujar dokter Su.
In chao-nama lokal cryptomonadales di Taiwan-mengandung klorofil hingga 4%. Kadar itu luar biasa tinggi untuk ukuran alga. Faedahnya? Menurut Dr Dyah Iswantini Pradono, ahli biofarmaka Institut Pertanian Bogor, klorofil sebagai antikanker dan antiasamurat. Flavonoid bahan bioaktif pada tanaman itu juga sangat penting untuk memperlancar dan pembentuk sel darah merah.
Cryptomonadales obat diabetes tanpa efek samping
April 15, 2008 by Cindy
Filed under Berita terakhir
Terlepas dari penggolongan itu, cryptomonadales terbukti sebagai panasea-sebuah obat yang mampu mengatasi beragam penyakit. Bagaimana duduk perkaranya? Menurut dr Ih-Jen Su PhD, dosen Fakultas Kedokteran National Cheng Kung University Taiwan, kandungan senyawa aktif, gizi, dan mineral tumbuhan bersel satu itu amat lengkap. Alumnus Harvard Medical School itu mengungkapkan, cryptomonadales sebagai pangan kesehatan abad ke-21.
SURABAYA :
‘Kandungan crypto sangat lengkap dan bagus sekali untuk membangun jaringan sel,’ ujar dr Yayan Sri Biyantoro Dwiputro di Surabaya. Ih- Jen Su dan Yayan Sri Biyantoro tak berlebihan. Yang paling spektakuler dari cryptomonadales adalah kandungan Peroxisome Proliferator Activated Receptors alias PPARs yang ditemukan oleh Ih-Jen Su pada awal abad ke-21. Senyawa aktif itu diperoleh dari ekstraksi nukleus atau inti sel cryptomonadales. Di pasaran ekstrak PPARs dikemas dalam botol mungil bervolume 12 ml.
Ada 3 bentuk PPARs yakni alfa, gamma, dan beta. Yang disebut pertama berperan ‘melindungi’ beberapa organ vital seperti hati, ginjal, dan jantung. Sementara gamma ada di usus, limpa, dan pankreas; beta, jaringan adiposa, otak, dan kulit. Menurut dr Sidi Aritjahya, dokter sekaligus herbalis di Yogyakarta, PPARs merupakan reseptor yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh. Nah, obat-obatan seperti alga lazimnya bersifat proliferasi yakni memperbanyak reseptor.
Fungsi lain PPARs untuk merangsang sel T-bagian dari sistem kekebalan tubuh. Di dalam tubuh sel T ibarat macan tidur yang harus ‘dibangunkan’ agar berperan melawan benda-benda asing seperti virus. PPARs juga merangsang sekresi insulin sehingga baik untuk mencegah diabetes.

