Cryptomonadales obat diabetes tanpa efek samping
April 15, 2008 by Cindy
Filed under Berita terakhir
Terlepas dari penggolongan itu, cryptomonadales terbukti sebagai panasea-sebuah obat yang mampu mengatasi beragam penyakit. Bagaimana duduk perkaranya? Menurut dr Ih-Jen Su PhD, dosen Fakultas Kedokteran National Cheng Kung University Taiwan, kandungan senyawa aktif, gizi, dan mineral tumbuhan bersel satu itu amat lengkap. Alumnus Harvard Medical School itu mengungkapkan, cryptomonadales sebagai pangan kesehatan abad ke-21.
SURABAYA :
‘Kandungan crypto sangat lengkap dan bagus sekali untuk membangun jaringan sel,’ ujar dr Yayan Sri Biyantoro Dwiputro di Surabaya. Ih- Jen Su dan Yayan Sri Biyantoro tak berlebihan. Yang paling spektakuler dari cryptomonadales adalah kandungan Peroxisome Proliferator Activated Receptors alias PPARs yang ditemukan oleh Ih-Jen Su pada awal abad ke-21. Senyawa aktif itu diperoleh dari ekstraksi nukleus atau inti sel cryptomonadales. Di pasaran ekstrak PPARs dikemas dalam botol mungil bervolume 12 ml.
Ada 3 bentuk PPARs yakni alfa, gamma, dan beta. Yang disebut pertama berperan ‘melindungi’ beberapa organ vital seperti hati, ginjal, dan jantung. Sementara gamma ada di usus, limpa, dan pankreas; beta, jaringan adiposa, otak, dan kulit. Menurut dr Sidi Aritjahya, dokter sekaligus herbalis di Yogyakarta, PPARs merupakan reseptor yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh. Nah, obat-obatan seperti alga lazimnya bersifat proliferasi yakni memperbanyak reseptor.
Fungsi lain PPARs untuk merangsang sel T-bagian dari sistem kekebalan tubuh. Di dalam tubuh sel T ibarat macan tidur yang harus ‘dibangunkan’ agar berperan melawan benda-benda asing seperti virus. PPARs juga merangsang sekresi insulin sehingga baik untuk mencegah diabetes.


Comments